Minggu, 06 September 2009

Industrial Engineering member 2006

Wah-wah, sudah tidak terasa kita menginjak tahun ke empat di Teknik Industri Undip. Telah banyak halang rintang yang kita lewati bersama, membuat kita masih merasa dominan di kampus pink tercinta. Sungguh ironi memang, mengapa saya katakan ironi.. Karena di tahun ke empat ini, kita ternyata masih dianggap remeh dan masih dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Kita masih dianggap dan di cap sebagai angkatan yang masih kanak-kanak, belum kompak dan belum dewasa. Saya pribadi sebagai salah satu member dari angkatan hampir tua di TI sungguh sangat marah dan terkejut dengan opini tersebut, tapi saya pribadi masih optimis bahwa kita masih bisa menjadi legenda di TI.

Banyak moment yang kita lewati bersama, Ospek sudah lewat, KKL sudah, KP masih proses, KKN sebentar lagi.. So, kita masih bisa membuktikan keeksisan kita di pink camp.

nah loh...

angkatan 2009 sudah masuk, tetapi mana sambutan kita ???, dimana keramahan kita ???
kita masih bisa mempredikatkan diri sebagai angkatan paling ramah di TI, tebar senyuman masih berlaku disini. Tidak melulu sebuah predikat untuk terkenal harus dilakukan dengan cara kekerasan dan keagresifan seseorang. Buktikan kita sudah dewasa dan bagikan senyuman dan kebaikan di perjalanan kita di TI.

Buat saya pribadi, saya masih punya Pe-Er buat bikin gambar animasi semua teman-teman TI angkatan 2006, jadi dimohon masukan dan doanya.. Semoga bisa terealisasi... amin

so,, talk less do more friends

Kamis, 03 September 2009

Setiap Hari, Manusia yang Semakin ??


sungguh menarik membahas tentang waktu dan kejahatan menurut Khotbah / homili Bigman Sirai. Seperti apa Alkitab membicarakan waktu dan perspektif jahat itu. Mengapa dunia tidak semakin baik, padahal semua orang berharap agar dunia ini makin hari makin baik?

Perspektif waktu harus kita lihat dari berbagai sudut. Perspektif waktu harus kita pikirkan supaya kita tidak terperangkap di dalam hidup dan mengalami kekecewaan yang berlarut-larut, yang akhirnya di tengah kesempatan mengalami kesukaan, justru kita mendapat kedukaan. Itu tidak boleh terjadi, karena di tengah kedukaan, justru kita harus mampu menangkap kesukaan, bukan sebaliknya.

Efesus 5: 15-17 berkata: “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan”.

Lalu dalam kitab Kejadian 6: 5 tertulis: “Ketika dilihat Tuhan bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata…”.

Sementara dalam kitab Wahyu 9: 20-21 digambarkan bagaimana manusia semakin hari semakin jahat, bukan semakin baik.

Maka, ada fakta bahwa sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa (dari Kejadian 3), maka kualitas hidup manusia terus menurun, bukan semakin meningkat. Kualitas hidup manusia semakin memburuk, bukannya semakin membaik. Dari waktu ke waktu manusia digulung di dalam seluruh kehidupan, sehingga kita terus melihat bagaimana dosa bertumbuh dan berkembang.

Dulu dosa sudah ada. Sekarang pun ada, tetapi cara memainkan dosa itu semakin mengerikan. Dulu, di dalam nilai-nilai, dosa itu memang dosa, dan manusia yang melanggar nilai-nilai itu dianggap telah melakukan dosa. Di masa kini, dosa itu bisa disebut bukan dosa, malah sebuah kebenaran. Ini namanya relativisme. Maka semakin hari, cara berpikir, dan cara menempatkan dosa itu semakin mengerikan. Sekarang orang sudah berani melawan Tuhan. Dan waktu dia melawan Tuhan dia justru merasa benar. Maka saat ini perjuangan orang Kristen makin berat. Tetapi kita harus berjuang karena Tuhan memanggil kita seperti domba di tengah serigala, dan jangan pernah takut.

Sekarang kita akan memikirkan waktu dan kejahatan di dalam realita hidup itu seperti apa? Yang pertama, hari-hari ini adalah hari-hari yang jahat. Itu kata Paulus kepada jemaat Efesus. Karena itu, masih kata Paulus, gunakanlah waktumu sebaik-baiknya karena hari-hari ini adalah jahat.

Apakah yang mau dikatakan Paulus? Apakah dia pesimis dan mau berkata kalau hari-hari ini tidak baik? Apakah Paulus mau mengatakan tidak ada nilai dalam hari?

Waktu Paulus berkata “hari-hari ini jahat”, dia mau mengacu kepada kehidupan di jaman akhir, menuju akhir jaman, yang memang jahat.

Alkitab menggambarkan, sepertinya iblis itu diberi sebuah kesempatan terakhir. Maka pada kesempatan terakhir dalam posisi terantai karena tidak lagi penuh kuasa, si iblis ingin mencelakakan banyak orang. Dia ingin menyesatkan manusia sebanyak-banyaknya. Maka waktu Paulus berkata bahwa waktu-waktu ini jahat, itu betul, sebab kita sekarang hidup di jaman akhir menuju akhir jaman, di mana iblis bekerja lebih giat lagi untuk mencelakakan lebih banyak lagi manusia.

ABBA ya BAPA


Dalam “Doa Bapa kami” antara lain dikatakan, “… jauhkanlah kami daripada yang jahat...” Itu bicara suatu semangat memasuki hidup yang memang makin jahat, supaya kita jangan jatuh. Maka “Doa Bapa kami” tidak boleh dilepaskan dari realita hidup jaman akhir menuju akhir jaman yang memang semakin jahat. Jadi, hari-hari kita makin sulit? Ya. Jaman makin berat? Ya. Tetapi itu tidak sama dengan hidup kita makin berat. Tidak sama dengan hidup kita makin bahaya. Kejahatan memang semakin meninggi, namun iman yang kuat, iman yang kokoh akan mengalahkannya. Artinya kita akan mampu bertahan sekalipun jumlah orang jahat bertambah. Orang percaya mampu hidup di dalam iman percayanya kepada Tuhan. Ini pertarungan.

Jadi, hari-hari ini jahat, ini mau menunjukkan realita hidup bagaimana manusia makin hari makin jahat. Kecenderungannya makin hari makin jahat, bahkan sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Dalam pertumbuhan perkembangan manusia Alkitab mengatakan bahwa manusia itu kecenderungannya selalu berbuat dosa. Padahal jumlah manusia waktu itu belum banyak. Teknologi belum maju. Maka dosa tidak ada kaitannya dengan teknologi. Dosa adalah dosa. Teknologi hanyalah merupakan sebuah wadah, fasilitas untuk berbuat dosa, oleh orang yang ingin berbuat dosa.

Jadi, bukan teknologinya yang salah. Pada dirinya, dosa itu yang merusak manusia. Karena itu teknologi di tangan orang Kristen mestinya aman. Tetapi teknologi di tangan orang jahat itu bisa menjadi mesin perang yang mengerikan. Dosa makin menjadi-jadi, dosa sudah membuat orang terus cenderung berbuat jahat. Itu sebab betapa tidak bisa dibayangkan jikalau hidup kita tanpa Tuhan, tanpa iman sungguh-sungguh kepada Tuhan.

Tahun berapa kita hidup, itu tidak penting. Tetapi yang penting adalah kepada siapa kita beriman? Tahun demi tahun makin berat, ekonomi tidak menentu, keamanan semakin rawan. Silakan. Resesi bukan yang pertama kali, kalaupun terjadi. Dari dulu pun dunia sudah bolak-balik dilanda resesi. Tetapi anak Tuhan harus menjadi saksi bagaimana dia lolos dari tengah kesulitan kehidupan. Maka mari bertarung. Hari-hari ini jahat, tetapi jangan membawa kita masuk ke dalam perangkap.v (Diringkas dari kaset khotbah oleh Hans P.Tan)

http://www.reformata.com

Laskar Pelangi FC (rainbow squad)


Seperti halnya suatu kehidupan yang nyata, sebuah pemberontakan adalah hal yang lazim terjadi. Tim Laskar pelangi, atau lebih keren disebut sebagai Rainbow Squad , merupakan kumpulan anak-anak muda Teknik Industri yang mayoritas anak 2006 yang mengklaim dirinya terusir dari lingkungan hingar bingar kampus pink dan hidup menggerombol di bundaran TI-Arsitek. Namun tidak seperti halnya gerombolan preman, mereka berkumpul dengan tujuan dan maksud tertentu yaitu Menguatkan kekeluargaan kaum yang tidak dianggap begitu kata sebagian orang disana.

Saya pernah mengira bahwa gerombolan ini merupakan anak-anak Teknik Industri angkatan 2006 saja, tetapi mereka menyangkal hal tersebut, padahal bila diperhatikan dengan seksama gerombolan ini hanya berisi anak-anak 2006 doank,, hahahaha

piye jal ??

oh ya tenang aja.. ini cuma kelompok penikmat futsal semata. So, don't worry akan terjadinya perang,
ada ada saja..

Blog Baru Semangat Baru


hahaha akhirnya setelah sekian lama bisa muncul juga blog karya sendiri... walau terbilang jadul dan baru,, akan tetap terus maju dan berkembang seperti layaknya Indonesia yang Merangkak menuju kemandirian...

siap berperang... hanya itu kalimat yang bisa menggambarkan saat ini tentang keadaan rakyat Indonesia terutama saya dalam mengusir klaim-klaim buruk dari bangsa sebelah... rezim-rezim baru yang akan tampil dimasa-masa mendatang.